Pepro Kelompok 205

Pelaksanaan Program Kelompok 205

  1. KWT Dewi Sinta

Kelompok Wanita Tani Dewi Sinta memiliki rencana pembuatan kawasan hijau yang lebih dikenal dengan Pemanfaatan Lahan Hijau (PLH) di pekarangan rumah. Pelaksaan program (pepro) merupakan lanjutan dari sinergi program yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kelompok Wanita Tani Dewi Sinta memiliki andil yang cukup besar dalam pelaksanaan program (pepro) salah satunya yaitu penanaman bibit melalui media polybag.

Penggunaan polybag sebagai media bukan tanpa alasan. Meskipun masyarakat tidak memiliki pekarangan rumah yang cukup luas, masyarakat masih bisa ikut berpartisipasi dalam program Pemanfaatan Lahan Hijau (PLH).

Bibit yang didapat oleh KWT Dewi Sinta sebagian besar dibeli dari Banjar. Tanaman yang ditanam diantaranya cabe rawit, tomat, seledri, kembang kol, daun bawang, kangkung, kencur, sosin, dan kacang panjang Waktu yang dibutuhkan untuk penanaman hingga musim panen ± 6 bulan. Dalam hal pemasaran, hasil panen dari KWT Dewi Sinta dijual kepada perorangan atau perumah disekitar lingkungan RW 06 .

Proses penanaman bibit yang dilakukan yaitu penyemaian (semai) yaitu proses menamburkan biji-biji bibit kemudian dari penyemaian tersebut akan tumbuh menjadi tanaman kecil yang membutuhkan waktu ±20 hari  setelah itu, dipindahkan ke dalam polybag. Jika tanaman sudah panen, sebagian hasil penjualannya disimpan ke kas KWT untuk kemudian dibelikan bibit.

            Pola seperti ini tentunya akan menciptakan perputaran ekonomi yang mampu menggerakan roda dinamika masyarakat. Contoh kasus, sempat beberapa kali hasil pangan yang di tanam di dalam polybag kurang atau bahkan tidak mencukupi kebutuhan konsumen. Dalam sekali panen, rata-rata ibu-ibu KWT menghasilkan 10 kg sosin siap jual.

            Langkah kedepan, melalui ketua KWT Dewi Sinta Uu Masunah, semua elemen masyarakat rw 06 bisa mengikuti arah kebijakan KWT Dewi Sinta untuk menciptakan kawasan hijau lestari.

         2. GAPOKTAN

Menyikapi rancangan program yang di buat dalam peta rencana Gabungan Kelompok Tani atau GAPOKTAN, ada beberapa program yang sedang di laksanakan. Seperti berjalanya koperasi simpan pinjam benih tanaman. Adapun cara pembayaran untuk menutupi volume produksi, di keluarkan saat musim panen.

Beberapa hari yang lalu, GAPOKTAN bersama PPL Desa Sinartanjung, melakukan penyuluhan kepada petani terkait cara menanam yang baik. kebanyakan petani Sinartanjung khususnya RW 06, masih menggunakan pola tanam jaipong. Dibanding pola tanam jajar legowo, pola tanam jaipong tidak dapat mengimbangi produksi petani karena rendahnya kuantitas gabah yang dihasilkan.

GAPOKTAN terus berusaha agar masyarakat bisa menciptakan beras organik sesuai dengan cita-cita desa Sinartanjung kedepan untuk menjadi sentra agribisnis.

Penulis : Kelompok 205

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s