Orgamas Kelompok 315

PENGORGANISASIAN MASYARAKAT KELOMPOK 315

SPP lahir sebagai organisasi tani lokal yang memperjuangkan nasib dan hak-hak para Petani miskin dan tertindas didaerah Jawa Barat selatan atau biasa disebut dengan tanah Pasundan/parahiangan. Kemiskinan dan penderitaan petani umumnya disebabkan karena meraka tidak memiliki tanah yang cukup untuk bertani. Tanah- tanah yang seharusnya menjadi milik mereka, kebanyakan dikuasai oleh perkebunan besar baik oleh swasata maupun pemerinatha (BUMN) dan perhutani. Hal ini lah yang memiskinkan petani, sehingga timbul lah masalah kesenjangan sosial yang memanjang diwilayah Pasundan.Dengan kondisi tersebut pada waktu itu maka lahir lah sebuah organisasi tani lokal yang disebut dengan organisasi Serikat Petani Pasundan atau biasa disebut dengan SPP.

SPP dideklarasikan di Garut pada tanggal 24 Januari tahun 2000. Akan tetapi sejarahnya dapat dirunut sejak akhir tahun 1980-an saat mulai maraknya kembali gerakan protes petani dan kerja-kerja pendampingan yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa dan pemuda.

Pada masa itu, FPPMG bersama dengan aktivis dari kota lain terutama dari Bandung yang tergabung dalam berbagai Komite Solidaritas Mahasiswa untuk kasus-kasus tanah, selanjutnya bergabung dalam wadah Komite Pemuda dan Mahasiswa Untuk Rakyat Indonesia (KPMURI)– mulai melakukan upaya pendampingan dan penyadaran pada petani di Jawa Barat, yang diawali dengan pengorganisasian konflik agraria di wilayah Sagara-Garut. Dari kerja-kerja pendampingan ini, pada tahun 1991 beberapa basis petani antara lain dari Garut, Tasik, Ciamis, Sukabumi, Cianjur kemudian bersepakat membentuk Serikat Petani Jawa Barat (SPJB).

Meski demikian, menurut apa yang disampaikan oleh Agustiana (Sekjen SPP), sesungguhnya saat itu dikalangan aktivis Garut sudah ada keinginan untuk membuat serikat tani sendiri di lingkup wilayah Pasundan (Jawa Barat Selatan).Hanya saja, dengan berbagai pertimbangannya, disepakati untuk bergabung dalam wadah yang lebih luas.

Disisi lain ada dinamika dan gairah yang tinggi di kalangan basis tani dan para pendampingnya di Garut, Tasik dan Ciamis,(wilayah Kab. Pangandaran belum masuk Organisasi SPP pada waktu itu) disepakatilah untuk lebih aktif mendorong didirikannya Serikat Petani Pasundan (SPP), yang kemudian dideklarasikan pada awal tahun 2000. Basis-basis konflik yang hadir kala itu seperti petani Sagara, Pamegatan, Jangkurang, Pakenjeng dan Cisurupan dari Garut, petani Cibenda-Ciamis, dan petani Cieceng-Tasikmalaya.

Sejak itu SPP seolah telah identik dengan gerakan petani dan reforma agraria di tiga kabupaten, yaitu Garut, Tasik dan Ciamis. Karena memang pada saat itu hanya di tiga kabupaten itulah SPP memiliki basis anggota.

Selain FPPMG di Kabupaten Garut, pada kisaran tahun 1998-1999 para aktivis pendamping petani ini juga mendorong pembentukan Forum Pemuda Mahasiswa dan Rakyat (FPMR) di Tasikmalaya dan Forum Aspirasi Rakyat dan Mahasiswa Ciamis (FARMACI) di Ciamis guna menjadi organ pendamping petani di masing-masing kabupaten. Seiring dengan berjalannya waktu organisasi SPP semakin menyebar ke wilayah lain dan baru-baru ini kabupaten Pangandaran resmi menjadi wilayah ke 4 dari organisasi SPP yang diresmikan pada tahun 2013. Begitu pula dengan organisasi kelompok aktivis pendampingnya untuk diwilayah kabupaten Pangandaran baru diresmikan juga pada tahun 2013 dengan nama Garda Pemuda-Pemudi Rakyat Pangandaran (GAPPURA).

Organ-organ ini sesungguhnya tidak terbatas bekerja disektor agraria saja, tetapi juga di isu demokratisasi dan penguatan rakyat.

Visi SPP:

  1. Membangun tatanan kehidupan sosial ekonomi politik yang dilandasi prinsip dan nilai-nilai kemanusiaaan, keadilan dan ketuhanan.

Misi SPP:

  1. Menciptakan anggota SPP menjadi agen perubahan sebagai pelopor bagi perbaikan di wilayahnya masing-masing, termasuk perbaikan ke dalam dirinya yaitu perbaikan kesejahteraan ekonomi, politik dan sosial.
  2. Membangun partisipasi aktif dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan-kebijakan politik terutama di tingkat desa.
  3. Memelihara fungsi optimalisasi lingkungan hidup sebagai pemenuhan kebutuhan manusia dan ekosistem lainnya secara adil, layak dan berkelanjutan.

Yang diperjuangkan :

  1. Merubah cara berfikir petani dari cara berpikir buruh atau budak menjadi manusia yang bermartabat dan mulia dihadapan tuhan yang maha esa dan konstitusi Negara.
  2. Memperjuangkan nasib petani yang miskin dan tidak memiliki tanah garapan sebagai sumber ekonomi dan jaminan kesejahtraan masa depan dan sebagai alat yang mampu meningkatkan status social masyarakat.
  3. Mendidik dan melatih petani agar memiliki kecakapan dan keahlian sebagai pemimpin serta pelopor dalam pembangunan social politik.
  4. Menumbuhkan dan membina petani agar memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat kepada allah SWT.
  5. Melatih petani agar terampil dalam pemanfaatan sumber daya Agararia dan Lingkungan Hidup agar melahirkan kemanfaatan yang berkelanjutan.
  6. Mendorong dan menciptakan kader agar mampu menjadi pemimpin bangsa yang bertanggung jawab yang dilandasi akhlakul karimah.

SPP telah menetapkan posisinya sebagai pelopor perubahan petani miskin, terutama bagi meraka yang miskin karena tidak memiliki akses pada tanah garapan. SPP telah menetapkan pembaruan Agraria sebagai jalan satu-satunya untuk mengubah nasib 20.000 lebih petani anggota SPP dan rakyat miskin lainya agar menjadi lebih baik, khusus nya petani di daerah Pasundan (Jawa Barat Selatan).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s