Refleksi Sosial Kelompok 205

Pada hari Selasa, 21 Februari 2017 kelompok 205 melaksanakan refleksi sosial yang dilakukan langsung mendatangi kediaman ketua RT setempat. Seperti yang diketahui RW 06 memiliki 5 RT diantaranya RT 24, 25, 26, 27 dan 28. Refleksi sosial dilaksanakan dimulai pukul 08.00 sampai dengan selesai. RT pertama yang didatangi adalah RT 26.

Ketua RT 26 adalah Bapak Dedi Ruspendi, beliau sudah menjabat selama 3 tahun. Setelah berbincang dengan beliau terdapat titik fokus permasalahan yang dianggap paling penting yaitu dalam segi perekonomian. Mayoritas warga RT 26 berprofesi sebagai buruh tani dimana pendapatan mereka masih kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dikarenakan mayoritas penduduk menggarap lahan orang lain, maka pendapatannya pun tergantung pada waktu kerja yang disetujui. Contoh, orang yang memiliki lahan menyuruh buruh tani menanam padi, biasanya waktu bekerja dimulai dari jam 07.00 sampai waktu dzuhur tiba (ngabedug).

Selain menjadi buruh tani, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sebagian besar warga RT 26 menanam tanaman palawija diantaranya, jagung, singkong, kacang tanah dan lain-lain. Ketika memasuki musim panen hasil dari tanaman tersebut bukan untuk dijual melainkan untuk dikonsumsi pribadi.

Kunjungan kedua kelompok kami mendatangi kediaman ketua RT 27 dan RT 24. Dapat disimpulkan dari kunjungan tersebut bahwa inti dari permasalahan lebih kepada kurangnya partisipasi masyarakat dalam gotong royong. Mayoritas matapencaharian di RT 27 dan RT 24 adalah petani dan buruh tani, kebanyakan yang berprofesi sebagai buruh tani adalah ibu rumah tangga karena kepala keluarga disana bekerja diluar daerah atau merantau.

Kunjungan ketiga kelompok kami mendatangi kediaman ketua RT 28, yaitu Bapak Tarmo. Menurut pemaparan beliau, yang menjadi permasalahan di RT ini adalah warga masih memiliki pola pikir monoton artinya warga masih belum bisa mengikuti perkembangan teknologi sehingga tidak banyak warga yang menggunakan alat modern untuk bertani. Khusus untuk RT 25 kelompok kami belum mendapatkan informasi mengenai permasalahan warga disana. Dikarenakan , ketua RT 25 sedang sakit.

Secara kependudukan RW 06 memiliki kepala keluarga wanita yang cukup banyak dan kebanyakan adalah lansia. Populasi anak-anak dan remaja di RW ini pun sangat sedikit

Mengenai kesejahteraan masyarakat di RW 06, ada pada kategori baik. Pertama, dari segi pendidikan sudah baik meskipun secara ekonomi memiliki keterbatasan, namun anak-anak tetap bisa bersekolah. Apalagi warga dapat terbantu dengan program pemerintah yang sudah berjalan seperti wajib belajar 12 tahun. Kedua, dari segi kesehatan sudah baik, dimana tidak ada lagi balita gizi buruk. Program pemerintah yang sudah ada diantaranya, Banjar sehat dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Dari pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, mayoritas mata pencaharian di RW 06 adalah petani dan buruh tani. Selain itu, kurangnya partisipasi warga dalam kegiatan gotong royong.

(Muhammad Nasrudin, Nur Asyiah, Rida Permata Sari, 205)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s