Rembug Warga Kelompok 205

Rembug Warga Kelompok 205

Tanggal 21 Februari 2017

Sebagaimana siklus KKN Sisdamas 2017 yaitu rembug warga, kelompok 205 yang mendapatkan wilayah garapan RW 06 di Dusun Pananjung Timur, Desa Sinartanjung maka kami mendatangi kepala dusun untuk mengetahui lebih banyak informasi mengenai wilayah garapan kami.

Desa Sinartanjung terdiri dari dua dusun, tetapi karena kepadatan penduduk dan tidak optimalnya pelayanan bagi masyarakat, maka kedua dusun dipecah menjadi empat dusun, diantaranya Dusun Pananjung Barat, Dusun Pananjung, Dusun Pananjung Timur dan Dusun Sinargalih. Beberapa efek positif langsung terasa semenjak di adakan pemekaran dusun. Seperti : Pelayanan BPJS, Banjar Sehat, dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Adannya direct effect tidak terlepas dari peran seluruh elemen masyarakat desa.

Jumlah Kepala Keluarga di Dusun Pananjung Timur sebanyak 130 Kepala Keluarga. Tingkat pendidikan di Desa Sinartanjung sudah lebih baik, rata-rata pendidikan SMA sederajat walaupun paket C dan tidak ada lagi lulusan SD.

Mayoritas pemuda di Dusun Pananjung Timur merantau ke kota besar, seperti Jakarta, Jambi dan lain-lain. Sedangkan sebagian besar pemudinya bekerja di pabrik dan sebagai buruh tani. Dalam wawancara bersama Ketua PPL Desa Sinartanjung, Teti Herawati, dengan adanya pemberdayaan, masyarakat di ajak untuk berperan aktif, mengolah potensi serta inovasi guna menggerakan roda perekonomian.

Menurut Kepala Dusun Pananjung Timur Bapak Een Supendi, mata pencaharian warga mayoritas adalah buruh tani. Ada perbedaan antara petani dan buruh tani, jika petani mengelola lahan sendiri sedangkan, buruh tani menggarap tanah milik orang lain.

Selain memaparkan kondisi di dusun Pananjung Timur beliau juga memaparkan kegiatan rutin yang biasa dilakukan seperti :

  1. Kegiatan Ronda malam
  2. Gotong royong yang dilaksanakan setiap hari Jumat
  3. Membuat makanan olahan yang dikelola Kelompok Wanita Tani
  4. Kegiatan keagamaan yang dilakukan diantaranya pengajian bulanan, dan yasinan.
  5. Pembinaan lansia dan pembinaan balita yang dikelola oleh Kelompok Kerja (POKJA).

img_0111

Untuk memperjelas informasi yang telah di dapatkan dari Bapak Een Supendi selaku Kepala Dusun kami mengunjungi kediaman ketua RW 06. Kedatangan kami disambut dengan ramah oleh Ibu Rosanah selaku ketua RW 06. Disana kami menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan kami sebagai peserta KKN Sisdamas.

RW 06 terbagi menjadi 5 RT yaitu RT 24-28. Disini memiliki potensi wilayah lahan pertanian dan perkebunan papaya dan palawija. Mata pencaharian di RW 06 mayoritas adalah buruh tani. Mereka menggarap lahan pertanian orang lain, sistem pemberian upah ditentukan oleh pemilik lahan. Ada pun petani pepaya yang meyewa tanah untuk digarap selama masa hidup pohon pepaya yaitu kurang lebih tiga tahun.

Masalah sosial yang timbul di RW 06 adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti kegiatan rutin, salah satunya gotong royong. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut karena mayoritas penduduknya adalah petani. Adapun bantuan pemerintah berupa MCK tapi realisasinya warga sekitar kurang berpartisipasi terhadap bantuan tersebut.

Mushola yang berada di RW 06 sedang dalam tahap pembangunan. Adapun kegiatan keagamaan di RW 06 lebih banyak dilakukan di musolah yang bertempat di RT 24. Anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) mengikuti pengajian pada sore hari sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama ( SMP) mereka mengikuti pengajian setelah magrib.

(Nur Asyiah, Mia Rosmiati, Rida Permata Sari, Hadil Umam 205)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s