Rembug Warga Kelompok 095

Menelusuri Lorong Sinartanjung

Sinar mentari mulai menampakkan wujud di Sinartanjung. Para mahasiswa KKN dari kelompok 95 menyusuri jalan melaksanakan kegiatan rembug warga di RW 05 Dusun Pananjung. Cuaca dan kondisi di lokasi saat itu yang begitu cerah sehingga serangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai harapan. Para peserta tidak hanya melakukan silaturahmi dengan kepala Dusun Pananjung, Bapak Dayat Hidayat (Bapak Idang) dan ketua RW 05, Bapak Eman Tasman yang dilaksanakan di kediaman Bapak Idang, namun juga melakukan transect ke wilayah RW 05 untuk melihat aktivitas warga, keadaan dan kebersihan lingkungan sekitar, dan tempat warga bekerja yang meliputi tempat pembuatan batu bata. Kegiatan ini diikuti oleh 14 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi. Salah satu perwakilan dari peserta KKN, saudara Mulki, yang juga Ketua Kelompok Peserta (KKP) menjelaskan maksud  dan tujuan atas kedatangan peserta KKN.

dsc_0678

Kegiatan rembug warga di RW 05 ini lebih banyak melibatkan tokoh masyarakat seperti RT, RW, dan Kepala Dusun. Beberapa warga masyarakat sekitar juga turut dilibatkan dalam kegiatan yang tujuan utamanya adalah mendorong masyarrakat untuk melaksanakan kesepakatan bersama agar sama-sama melaksanakan program pemberdayaan masyarakat bersama peserta KKN. Respon yang cukup baik diberikan para tokoh masyarakat di RW setempat kepada para peserta KKN. Para peserta KKN disambut dengan baik oleh para tokoh masyarakat tersebut sehingga dari kegiatan rembug warga ini terjalin keakraban antar tokoh masyarakat sekitar, warga setempat, dan para peserta KKN. Kegiatan ini dilakukan dengan proses wawancara yang lebih menekankan asas musyawarah dan silaturahmi sehingga tidak ada kesan formal dan kaku.

Fokus awal dari kegiatan ini ialah apa saja dukungan yang telah diberikan pihak desa kepada rw, dalam hal ini RW 05. Dari perbincangan yang telah dilakukan diketahui bahwa dukungan tersebut berupa modal sebagai penunjang kesejahteraan warga setempat. Dana bantuan diberikan oleh desa kepada RW 05 dimana dana tersebut bersumber dari swadaya masyarakat sekitar 10 %, sementara rw ini lebih banyak menyumbangkan jasa tenaga kerja saja.

Benang merah yang dapat di ambil dari hasil wawancara antara peserta KKN dengan Bapak Idang dan Bapak Eman banyak harapan yang diinginkan rw setempat yaitu tentram dan aman. Perlu di ketahui RW 05 ini terbagi dalam beberapa bagian bahwa RT 05 yaitu terdiri dari RT 20 yang mana memiliki ketua RT yang bernama Dadang, RT 21 memiliki ketua RT  bernama Adut, RT 22 memiliki Ketua RT bernama Atang Sutisna, RT 23 memiliki RT bernama Cucu Kuswara. RW ini memiliki beberapa potensi diataranya berupa pertanian, pengrajin, baik sebagai penggarap, pendiri dan pengrajin bata, serta makanan ringan (keripik). Sebagian besar hasil pertanian yaitu berupa kelapa berasal dari petani langsung, kemudian ditampung pada pengepul untuk selanjutnya dijual dan dipasarkan tanpa diolah secara langsung.

dsc_0740

Dusun Pananjung juga memiliki potensi berupa batu bata yang terkenal dengan bata Pananjungnya dimana tanah yang dijadikan sebagai bahan baku utamanya diambil dari gunung. Untuk pemasarannya, batu bata Pananjung ini sudah dipasarkan hingga ke beberapa daerah seperti Cijulang (Pangandaran) dan Tasik. Hal yang juga tidak kalah menarik dari Dusun Pananjung ini adalah masih kuatnya adat dan tradisi setempat namun menjunjung tinggi toleransi dan masih memegang kuat prinsip Gemah Ripah Repeh Rapih.

Sedangkan dilihat dari persebaran penduduknya, angka pemuda jauh lebih sedikit dibandingkan orang dewasa yaitu berjumlah kurang lebih 10 orang, dan terdapat beberapa lansia. Fasilitas sarana dan prasana yang dimiliki desa ini terbilang masih minim, terutama dalam hal keagamaan sebab hanya terdapat dua mushola kecil, dan mesjid inti yang lebih besar terletak di RW 04 sehingga warga sekitar melaksanakan pengajian rutin setiap minggu di mesjid tersebut. Begitupun juga tokoh agama yang ada di RW 05 tidak begitu banyak.

Sementara dari segi pendidikan, tingkat pendidikan di RW 05 ini masih tertinggal sebab tidak sedikit pemuda melanjutkan sekolah hanya sampai dengan SMA sederajat mereka memilih pergi sekolah ke Langensari, sementara itu  yang melanjutkan ke SMP mayoritas bersekolah di SMP Al-shinta yang terletak di RW 04.

Adapun kegiatan warga sekitar setiap harinya lebih banyak dihabiskan di luar rumah karena mayoritas dari mereka bekerja sebagai buruh. Jam 6 sampai jam 12 mayoritas warga di RW 05 tidak berdiam di rumah, melainkan mereka melakukan rutinitas di bidang perkebunan, pertanian dan pengrajin, yaitu pertanian seperti bertani di sawah, perkebunan kelapa dan pengrajin batu bata merah. Sehingga menurut penilaian peserta mahasiswa KKN mereka lupa akan kewajibannya sebagai umat muslim yang baik, yang melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Mereka yang berstatus sebagai buruh di pabrik batu bata merah menyempatkan pulang jika di pabrik tersebut sedang tidak produksi sementara pada hari itu. Sementara itu Kegiatan anak-anak  setelah pulang sekolah mereka melanjutkan kegiatan mereka dalam melaksanakan pengajian di mesjid besar yang ada di RW 04.

Selain yang sudah dijelaskan di atas, dari serangkaian kegiatan rembug warga yang telah dilakukan oleh peserta KKN dari kelompok 95 yang berlangsung selama 4 hari, yakni dari tanggal 14 hingga tanggal 18 Februari 2017, peserta KKN bersama tokoh masyarakat menemukan sejumlah potensi yang dapat diberdayakan secara bersama. Namun yang menjadi fokus kelompok 95 dalam pemberdayaan masyarakat ini adalah dalam bidang pembuatan batu bata merah yang telah digambarkan di atas. Sementara itu, permasalahan yang tak kunjung menemukan solusinya hingga saat ini, yakni dalam hal fasilitas MCK. Tidak ada tempat pembuangan akhir yang jelas. Masalah ini banyak dikeluhkan oleh warga dan dari warga sekitar pun sudah mengajukan permohonan ke desa namun masih belum ada tanggapan yang berarti maupun tindak lanjut atas keluhan warga tersebut.

Penulis: Lisa, Maesaroh, Neng Sri (Kelompok 95)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s