Istighatsah dan Do’a Bersama Kota Banjar

ISTIGHATSAH DAN DOA BERSAMA

Kegiatan KKN SIDAMAS 2017 yang dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat ini mencakup seluruh kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa di tempat pemberdayaan. Sebagai peserta KKN SISDAMAS 2017, kelompok 095, 205, dan 315 yang ditempatkan di desa Sinartajung kecamatan Pataruman ini ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kota Banjar. Pada Sabtu 11 Februari 2017, Majelis Ulama Indonesia Kota Banjar mengundang seluruh mahasiswa peserta KKN SISDAMAS 2017 untuk mengikuti kegiatan Istighatsah dan Do’a Bersama Untuk Kebaikan Ummat, Bangsa dan Negara Serta Keberkahan Ulang Tahun Kota Banjar yang Ke-14 di Alun-alun Kota Banjar.

Acara Istigatsah dan Do’a bersama ini dihadiri oleh berbagai peserta, antara lain dari pihak kepolisian, anggota DPD, perwakilan wali kota, Majelis Ulama Indonesia, murid SMP/MTs, dan Mahasiswa Peserta KKN SISDAMAS 2017.  Acara berlangsung dengan lancar dan khidmat, pelaksanaan acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilakukan oleh juara MTQ yang diselenggarakan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Untuk acara selanjutnya diisi dengan sambutan dari berbagai pihak yang sekaligus membacakan istighatsah dan do’a bersama. Sambutan yang disampaikan oleh berbagai pihak mempunyai perbedaan yang beragam.

dsc_1190
Bersama Sesepuh Kota Banjar

Ibu DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, M. Si. Selaku wali kota Banjar disayangkan tidak dapat menghadiri acara istighasah dan do’a bersama ini, namun beliau mengutus perwakilan untuk menyampaikan pesannya kepada para peserta istighatsah dan do’a bersama. Pada dasarnya pesan yang disampaikannya adalah berupa harapan untuk kemajuan kota Banjar yang semakin bertambah umurnya dan himbauan kepada masyarakat untuk tidak mempercayai kabar tanpa disertai bukti yang jelas.

dsc_1212
Bersama Kaporles Kota Banjar

Sambutan selanjutnya adalah dari pihak Polisi tentang bagaimana menanggapi broadcast atau sebaran informasi yang tidak mempunyai kebenaran asal usulnya. Polisi menghimbau untuk melakukan Tabayyun atau mengklarifikasi kebenaran informasi.

dsc_1193
Bersama Ketua MUI Kota Banjar

Dari pihak MUI, sambutan disampaikan oleh ketua MUI Kota Banjar. Beliau menyampaikan bahwa meskipun keadaan negara mengalami perubahan, baik dari bidang politik, perekonomian, budaya, ataupun lainnya, namun masyakat harus memiliki ketetapan dalam Aqidah. Selain menyampaikan sambutan, ketua MUI Kota Banjar juga sekaligus memimpin pembacaan Istighatsah. Selajutnya penyampaian sambutan dari ketua DPD Kota Banjar, isi dari sambutannya adalah mengingatkan peserta mengenai adanya konflik yang terulang. Konflik tersebut sebenarnya sudah ada sejak sebelumnya dan reformasi bisa saja terulang.

Sambutan terakhir sekaligus do’a disampaikan oleh sekretaris umum MUI menyampaikan bahwa perbedaan ras dan agama jangan digunakan sebagai dasar menilai perilaku seseorang. Dengan perbedaan agama dan ras tersebut bukan salah satu alasan yang dapat digunakan untuk tidak menghargai seseorang. Namun dengan adanya perbedaan tersebut, kita sebagai orang Islam harus bersyukur menjadi orang Islam dengan berbagai anugerah dan keberkahannya. Acara Istighatsah dan Do’a bersama ditutup dengan Do’a.

Penulis: Rosdiana Maspupah (95)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s