Pemetaan Sosial

p_20170203_150141p_20170203_150216p_20170203_150225p_20170203_150209p_20170203_150348p_20170203_150358p_20170203_150116p_20170203_150442

Kegiatan pemetaan sosial diawali dengan mewawancarai kepala dusun untuk mengetahui adat budaya di desa Sinartanjung. Di desa Sinartanjung mayoritas warganya adalah buruh tani, bahkan hampir 90 % merupakan buruh tani. Selain buruh tani kebanyakan dari warga laki-laki nya menjadi buruh bangunan ataupun pekerja kantoran dengan merantau ke luar kota seperti Jakarta dan Bangka Belitung, sedangkan untuk perempuannya menjadi buruh kontrak dan buruh tani sayur-sayuran atau holtikultura. Dengan melihat banyaknya buruh tani tersebut membentuk kelompok tani di desa Sinartanjung bagian Pananjung timur. Kelompok tani tersebut dibentuk menjadi dua kelompok tani dalam setiap dusunnya. Kelompok tani tersebut dapat dijadikan sebagai koperasi sehingga memudahkan masyarakat dalam mendapatkan obat-obatan tanaman, pupuk, peralatan pertanian, sewa traktor dan lain-lain.

Salah satu fokus pekerjaan dalam pertanian tersebut adalah pembudidayaan pepaya California. Pertanian tersebut pada awalnya dilakukan berdasarkan kerjasama beberapa masyarakat sampai pada akhirnya berkembang sangat pesat. Dengan perkembangan yang pesat tersebut membuka peluang bagi pemilik tanah yang tidak dikelola untuk disewakan atau diolah oleh buruh tani dalam pemberdayaan pepaya California. Peberdayaan pepaya California ini berasal dari masyarakat, dilakukan oleh masyarakat dan hasilnya diberdayakan di desa Sinartanjung, sehingga manfaatnya akan kembali lagi dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Karang taruna sebagai bagian masyarakat desa Sinartanjung juga ikut andil dalam pemberdayaan pepaya California. Maka dari itu, karang taruna ataupun pemuda pemudinya enjadi produktif.

Taraf pendidikan di desa Sinartanjung ditetapkan sejak 2005, bahwa masyarakatnya harus berpendidikan minimal tingkat SLTP dan maksimal S1. Dengan demikian terdapat program pemerintah dalam pemerataan pendidikan untuk kepala RW dan RT melakukan kejar paket agar status pendidikan kepala RT dan RW menjadi minimal setingkat SMA. Lembaga pendidikan yang ada di desa Sinartanjung terdiri dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Yayasan Al-Sinta, sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) lokasinya berada di luar desa Sinartanjunng, yaitu di Langensari dan Banjar. Selain Sekolah Formal, anak-anak diharuskan mengikuti Madrasah Diniyah  untuk mendapatkan ijazah diniyah sebagai syarat masuk SMP. Selain dari tingkat  pendidikan, dilihat dari tingkat kesehatan masyarakatnya mengikuti program yang sudah ditetapkan kota Banjar yang mempunyai semboyan Banjar sehat. Contohnya dengan mengharuskan masyarakatnya mengikuti BPJS.

Masyarakat desa Sinartanjung yang mayoritasnya masyarakat muslim terdapat berbagai macam kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan yang berlangsung antara lain, pengajian malam jum’at, pengajian majlis ta’lim ibu-ibu pada hari jum’at, pengajian lansia, pengajian malam minggu untuk bapak-bapak, dan pengajian bulanan yang dilakukan secara bergilir untuk setiap DKM.

Setiap RW di Desa Sinartanjung memiliki 1 Masjid dan 1 DKM. Selain Masjid terdapat banyak mushola, alasan dari banyaknya mushola adalah timbul dari kesadaran masyarakat yang sudah mencapai nishab. Untuk pengajuan anak-anak belum terealisasikan secara rutin, tetapi waktu dan tempat yang disediakan oleh masyarakatnya adalah waktu ashar dan setiap mushola yang ada pengurusnya (masjid jami). Setiap DKM difasilitasi sarana untuk digunakan dalam mengembangkan nilai keagamaan. Selain potensi yang tersedia dari tingkat keagaaman, desa Sinartanjung mempunyai masalah dalam pengembangan remaja masjid. Keberadaan remaja masjid tidak ada di setiap dusun karena kebiasaan pembentukan remaja tersebut dilakukan secara dadakan di waktu tertentu saja. Sehingga tidak ada perkembangan dari remaja masjid. Alasan lain yang menyebabkan hal tersebut adalah remaja yang merasa malu untuk menjadi remaja masjid. Maka dari itu, peserta KKN Sisdamas 2017 diminta bantuan untuk menghidupkan mushola/masjid. Selain permasalahan dalam keagamaan, kenakalan remaja juga menjadi persoalan serius di desa Sinartanjung. Dengan demikian desa Sinartanjung bekerja sama dengan BABINMAS Teladan dan BABINSA dalam mengatasi kenakalan remaja.

Selain dari pendidikan, kesehatan, dan keagamaan desa Sinartanjung memiliki organisasi Karang Taruna. Personil dari Karang Taruna berjumlah 70 orang. Karang Taruna disini mempunyai peran berkoordinasi dengan panitia atau penyelenggara acara untuk setiap acara yang diselenggarakan di Desa Sinartanjung. Dilihat dari segi pendanaan Karang Taruna berperan untuk menentukan anggaran acara. Anggaran yang diterima oleh Karang Taruna dibagi dengan pihak desa sebesar 20%. Apabila Karang Taruna melaksanakan tugasnya secara efektif, maka seluruh program akan terlaksana dengan baik.

Desa Sinartanjung juga mempunyai salah satu potensi dalam pegembangan kemajuan desa dengan tersedianya cagar budaya sebagai peluang dalam menyediakan pariwisata. Cagar budaya yang ada di Desa Sinartanjung adalah Kokoplak.

Penulis: Rosdiana Maspupah

Narasumber: Bapak Supendi (Kepala Dusun Pananjung Timur)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s