Observasi Awal

DESKRIPSI OBSERVASI

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung 2017 dengan berbasis Sistem Pemberdayaan Masyarakat (SISDAMAS) salah satunya dilaksanakan di kota Banjar. Sebelum melaksanakan KKN SISDMAS 2017, mahasiswa diharapkan melakukan observasi ke lokasi secara langsung untuk mengetahui keadaan langsung tempat KKN SISDMAS 2017 dan menentukan tempat yang akan dihuni nantinya. KKN SISDMAS 2017 untuk kelompok 095, 205, dan 315 ditempatkan di Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman. Pada tanggal 23 Januari 2017 perwakilan dari setiap kelompok telah melakukan observasi. Adapun hasil dari observasi akan dipaparkan lebih jelasnya pada bagian selanjutnya.
Desa Sinartanjung pembentukannya sampai sekarang sudah terhitung 7 tahun. Pada awalnya, merupakan gabungan dari dua dusun, yaitu dusun sinargalih dan desa sinartanjung. Desa Sinartanjung juga merupakan pemekaran dari desa Mulyasari. Desa Sinartannjung terdiri dari 4 dusun dan 9 RW dan 42 RT. Kepala Desa masih kepala desa penjabat bukan kepala desa difinitif sebagaimana kepala desa yang lainnya dengan penempatan jabatan 5/6 tahun. Terhitung 16 januari 2016 masa jabatannya telah habis diganti dengan kepala desa sementara yang merangkap dikecamatan, sehingga paling lama 2 tahun menjabat karena disesuaikan dengan peraturan pemerintah kota dan akan diadakan pemelihan kades serentak dengan rencana waktu triwulan 2018.
Visi misi sebagaimana visi misi kota, desa mempunyai potensi dalam menyediakan tempat berwisata yang mendidik dengan potensi alamnya yang melimpah. Keputusan ini dikeluarkan oleh pihak kecamatan. Dengan keadaan alamnya tersebut, menjadi pondasi dalam meningkatkan desa pariwisata. Selain itu, adanya perkebunan pepaya California yang pemasarannya sudah sampai di Jakarta sebagai supply Department Store dan Supermarket.
Dalam 6 tahun kebelakang perkembangan difokuskan pada infrastruktur dan pada 2016 sudah hanya tinggal pemeliharaan saja. Perkembangan ditekankan pada bimbingan pemberdayaan, sehingga mahasiswa diharapkan bisa mendukung desa untuk memberdayakan masyarakat binaan. Sehingga tidak hanya dalam hal fisik saja yg ditingkatkan tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) juga penting untuk kemajuan desa. Meskipun desa sinartanjung masih muda, tetapi sudah dapat disetarakan dengan desa lain. Karena prestasi desa sinartanjung yang sudah diraih dengan berbagai dukungan masyarakat. Prestasi ini dapat dicapai dengan cara meningkatkan kegotongroyongan swadayaan.
Luas desa adalah 692,18 ha dan seluas 193 ha digunakan untuk perkebunan. Tanah perkebunan yang digunakan merupakan tanah perkebunan yang sudah ada dari sejarah Belanda, sehingga mudah untuk dipindahtangankan kepada ke masyarakat. Pada 2015 ada pemekaran denganmengajukan proposal untuk diadakan wisata edukasi penangkaran buaya, satu komplek 53 ha wisata kebun ekowisata, camping ground, cagar budaya atau peninggalan sejarah. Dengan adanya berbagai potensi wisata yang tersedia diharapkan adanya perhatian dari pemerintah untuk dukungan biaya dalam pengembangannya. Perbatasan desa Sinartanjung dari irigasi adalah batas desa Mulyasari, sebelah barat dengan dibatasi tugu merupakan batas kelurahan Pataruman, sebelah utara kecamatan Purwaharja dan jawa tengah. Untuk mengelilingi luas des dibutuhkan waktu sekitar 2 jam. Lokasi paling jauh atau ujung sekitar 5 km adalah RW 9, meskipun terpencil tetapi RW tersebut dijadikan sebagai contoh dalam pengembangan kemajuan desa.
Seluas 193 ha merupakan perkebunan karet milik PT. PN dan sebelahnya merupakan perkebunan masyarakat salah satunya perkebunan California. Profesi desa ini ada dua yaitu pertanian dan pengrajin bata merah. Pengrajin batu bata merah terletak di dusun pananjung barat dan pananjung sedangkan pertanian terletak di pananjung timur dan sinargalih. Bahkan, sebagian masyarakat ada yang profesinya merangkap. Permasalahan terkait dengan bata merah yang proses produksinya menggunakan fasilitas pembakaran, pihak desa masih mengalami kesulitan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait. Berkenaan dengan asap yang ditimbulkan dari hasil pembakaran menjadi polusi. Meskipun sampai sekarang belum ada korban, tetapi tetap harus ada pencegahan. Sebelumnya sudah diusulkan solusi untuk membuat cerobong asap atau mengganti bahan bakar dengan kayu bakar. Naun itu menjadi kedala, karena bahan bakar sebelumnya menggunakan limbah padi dan hasil pembakaran tersebut daat digunakan untuk bahan baku lagi (daur ulang). Kalau menggunakan kayu akan berpengaruh pada penggunaan atau persediaan bahan baku, meskipun kayu yang digunakan untuk pembakaran menghasilkan arang namun tidak akan digunakan untuk bahan baku kembali. Meskipun perkembangan teknologi semakin maju yang bisa menjadi salah satu alternatif, namun belum tentu semua elemen masyarakat menerima dengan keberadaanya, maka dari itu mahasiswa diharapkan minimalnya memberikan alternatif. Untuk mengatasi permasalahan dari limbah polusi adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya asap. Desa Sinartanjung memiliki Karang taruna produktif yang melakukan produksi telur asin dan pepaya California, dan penangkaran ikan air tawar. Kegiatan pemuda dalam bidang olahraga dikurangi dan difokuskan pada kegiatan produktif. Tetapi pada pelaksanaannya tetap ada keseimbangan antara kegiatan produktif dan olah raga
Salah satu yang difokuskan dalam pengabdian terletak pada bidang keagamaan, mayoritas masyarakat desa Sinartanjung adalah muslim, hanya ada 2 orang yang beragama kristen. Di Desa Sinartanjung sudah terdapat program Pembinaan keagamaan yang diagendakan setiap bulannya. Kegiatanya adalah rutinitas pengajian tiap DKM ditambah pengajian lansia, kemudian 2 minggu sekali diadakan pengajian bapak-bapak yang dilaksanakan setiap malam senin dan malam kamis dengan bergiliran di setiap Masjid. Organisasi keagamaan yang ada di desa Sinartanjung antara lain MUI, DMII, DKM, Majlis Ta’lim, Majlis khusus perempuan, salah satu kebudayaan yang digunakan adalah marawis. Adapun kebudayaan yang ada di Desa Sinartanjung adalah kelompok kuda lumping, marawis, dan lain-lain.
Untuk penempatan mahasiswa baiknya dipisah antara perempuan dan laki-laki. Penempatan dilakukan pada satu area agar bisa terkontrol oleh pihak desa karena menjadi tanggung jawab desa. Sosialisasi awal bisa dimungkinkan kumpul per RW dan tempat yang digunakan ditentukan pihak desa. Data desa yang digunakan adalah Tahun 2015 karena data 2016 belum finishing, hanya terdapat sedikit perbedaan dari jumlah penduduk saja. Mudah mudahan mahasiswa selama KKN SISDAMAS 2017 dapat membuat desa Sinartanjung lebih berkembang da terkenal dengan cara memperkenalkan desa Sinartanjung dan potensinya melalui blog yang telah dibuat oleh peserta KKN SISDAMAS 2017. Semoga implementasi mahasiswa dari kampus memberikan kebaikan bagi masyarakat.
NARASUMBER
Bambang Kurniadi, Kepala Urusan Perencanaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s